KENALI AGRIBISNIS DAN CIPTAKAN SUKSESMU
Sukses dengan agribisnis, whynot?
Sebelum lebih jauh membahas bagaiman acara kita menciptakan kesuksesan melalui agribisnis. Kita harus paham dulu apa itu agribisnis. Kata agribisnis mungkin tidak asing lagi bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Mungkin orang awam juga sedikit tau jika dilihat dari katanya, yakni terdiri dari kata agri dan bisnis. Gampangnya itu, agribisnis adalah bisnis atau usaha di bidang pertanian. Agribisnis menjadi salah satu program studi unggulan di Fakultas Pertanian yang dioelajari di berbagai perguruan tinggi. Agribisnis merupakan salah satu jurusan favorit pilihan calon mahasiswa.
Agribisnis adalah kegiatan usaha di bidang pertanian yang kompleks antara subsistemnya sehingga menghasilakn nilai tambah. Nah apa saja subsistem dalam agribisnis? Secara umum subsistem agribisnis meliputi :
1. Subsistem pengadaan agroinput
2. Subsistem teknologi dan budidaya usaha tani
3. Subsistem pengolahan hasil panen (agroindustri)
4. Subsistem pemasaran
5. Subsistem kelembagaan pertanian
6.. Subsistem Penunjang ( sarana transportasi, dll)
Usaha di bidang pertanian sangat luas sekali sehingga akan membuka peluang yang besar pula. Mulai dari penyediaan agroinput (pupuk, benih, pestisida,alsintan, dll), produksi tanaman, pengolahaan, hingga pemasaran, kelembagaan (pengkreditan, kebijakan dll.) dan sarana prasarana penunjang merupakan serangkaian kegiatan agribisnis yang tersistem. Setiap subsistem berkaitan satu smaa lain dan saling mempengaruhi. Contohnya saja kegiatan agroindustri akan emmerlukan bahan baku yang didapat dari kegiatan budidaya tanaman, dengan spesifikasi kualitas bahan baku akan meningkatkan inovasi teknologi pada budidaya suatu tanaman.
Program Studi agribisnis termasuk pada lingkup SAINTEK, namun dibeberapa universitas program studi agribisnis masuk lingkup SOSHUM, contohnya Fakultas Ekonomi Bisnis di IPB. Namun mayoritas masuk dalam Fakultas Pertanian. Studi bahasan agribisnis merupakan campuran antara antara saintek (pertanian) dan soshum (manajemen, ekonomi, dll) yang cenderung ke soshum. Lulusan agribisnis diantaranay menjadi manajer perusahaan pertanian, akademisi, ataupun pengusaha.
Berbicara tentang agribisnis tidak akan terlepas dari sektor pertanian. Cakupan pertanian tidak hanya pada produksi padi di sawah, sayur atau buah saja melainkan juga mencakup perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Melihat cakupan yang sangat luas tersebut, tentunya membuka peluang besar dalam pengembangan agribisnis. Bisnis di bidang pertanian memiliki prospek yang besar, mengingat pertanian sebagai sumber pangan utama bagi manusia yang sennatiasa terus meningkat. Selain itu juga berperan dalam penyedia bahan baku industri, penyedia lapangan pekerjaan, sumber devisa negara, dan sebagai penyeimbang lingkungan.
Agribsinis semakin dipermudah dengan kemajuan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. Stigma negatif terkait pertanian yang tidak disukai kaum muda sangatlah berbanding terbalik dnegan realitas saat ini. Contohnya saja produksi tanaman menggunakan sistem hidroponik dan green house yang sangat higienis, petani tidak harus berpanas-panansan di sawah ya. Jadi apalagi yang diragukan dengan berbisnis di sektor pertanian?
Kamu bisa memulainya dari hal kecil, entah dari subsistem apa saja, misalnya subsistem agroinput kamu bisa membuka usaha hidroponik kit, menjual pupuk organik, produksi alsintan dll. Inovasi yang tak kalah kreatif saat ini salah satunhya pada groindustri, yang mana sudah banyak sekali produk olahan hasil pertanian yang diolah menjadi produk inovatif dnegan promosi menarik. Misalnya buah naga yang diolah mnajdi es krim, mie, dodol dll.
Tunggu apa lagi, yuk belajar agribisnis dan raih suksesmu
Komentar
Posting Komentar